PENTING!!!


Rukun Iman terdiri dari enam perkara: (1) Iman kepada Allah. (2) Iman kepada malaikat-malaikat Allah. (3) Iman kepada kitab-kitab Allah. (4) Iman kepada rasul-rasul Allah. (5) Iman kepada hari kiamat. (6) Iman kepada Qada dan Qadar.

Rukun Islam terdiri dari lima perkara: (1) Mengucap dua kalimat syahadat. (2) Menunaikan shalat lima waktu. (3) Mengeluarkan zakat. (4) Berpuasa pada bulan Ramadan. (5) Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

Showing posts with label Basic. Show all posts
Showing posts with label Basic. Show all posts

Terminologi Kriptografi

Terminologi Kriptografi

Pelaku Komunikasi

  • Entity / Entitas adalah orang / sesuatu yang mengirim, menerima atau memanipulasi informasi.
  • Sender / Pengirim adalah entitas dalam komunikasi dua arah yang mengirim informasi.
  • Receiver / Penerima adalah entitas dalam komunikasi dua arah yang menerima informasi.
  • Attacker adalah entitas dalam komunikasi dua arah yang bukan merupakan pengirim ataupun penerima, melainkan mencoba untuk mendapatkan secara paksa informasi yang ada diantara pengirim dan penerima.

Channels

  • Channel adalah sarana / media yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu entitas ke entitas lain.
  • Secure channel adalah channel yang aman, yang membuat attacker sulit untuk mengakses apalagi memanipulasi informasi.
  • Unsecure channel adalah channel yang tidak aman, dimana pihak ketiga / attacker dapat dengan mudah mengakses dan memanipulasi informasi. 

Keamanan informasi secara umum


Sejauh ini terminologi kriptografi dibatasi pada enkripsi dan dekripsi dengan tujuan adalah privasi. Keamanan informasi ini jauh lebih luas, mencakup hal-hal seperti authentication dan data integrity.
  • Sebuah layanan keamanan informasi adalah sebuah metode untuk memberikan keamanan pada beberapa aspek tertentu . Sebagai contoh, integritas data yang dikirimkan merupakan tujuan keamanan, dan metode untuk memastikan aspek ini adalah layanan keamanan informasi
  • Pelanggaran terhadap layanan keamanan informasi (tidak hanya enkripsi) berarti mengalahkan tujuan dari layanan yang dimaksud.
  • Serangan pasif berarti attacker hanya mampu membaca informasi.
  • Serangan aktif berarti attacker mungkin mampu membaca dam memanipulasi informasi.

Cryptology

  • Cryptanalysis adalah studi teknik matematis yang mencoba untuk membongkar teknik kriptografi, dan yang lebih umum adalah layanan keamanan informasi.
  • Cryptanalyst adalah pelaku / seseorang yang terlibat dalam cryptanalysis.
  • Cryptology adalah studi tentang kriptografi dan cryptanalyst.
  • Cryptosystem adalah aturan umum yang mengacu pada kriptografi lama yang digunakan untuk memberikan layanan keamanan informasi.

Teknik Kriptografi



 

Teminologi kriptografi lainya

  • Encryption domains and codomains
  • Encryption and decryption transformations
  • Achieving confidentiality

Tujuan Kriptografi Dan Kemungkinan Serangan Yang Dapat Terjadi

Kriptografi
Hampir sama dengan tujuan security yang pernah saya tulis sebelumnya, tujuan kriptografi adalah confidentiality, integrity, authentication dan non-repudiation.


Confidentiality / Kerahasiaan


merupakan layanan yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan informasi dari siapapun yang tidak memiliki hak untuk mengakases informasi tersebut (non-authenticated user), sehingga informasi rahasia tersebut hanya bisa diakses oleh user yang memiliki hak akses (authenticated user).


Integrity / Integritas data


berhubungan dengan keaslian sebuah  data atau informasi. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.


Authentication / Autentikasi


berhubungan dengan identifikasi / pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus di-autentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.


Non-Repudiation


usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.

Setelah mengetahui apa saja tujuan kriptografi, berikut ini merupakan jenis serangan yang dapat mengancam keberhasilan tujuan-tujuan tersebut.


Bruteforce


Mungkin ini adalah cara yang paling sederhana, dimana attacker menebak setiap kombinasi yang memungkinkan sampai dia mendapatkan hasil plaintext yang tepat, dengan asumsi bahwa attacker memiliki kunci (key) dan resource yang cukup.


Rainbow Table


Saya tidak banyak tahu mengenai serangan yang satu ini. Menurut sumber yang pernah saya baca, ini adalah metode tercepat yang dapat digunakan, namun memerlukan waktu untuk membuat tabel yang tepat. Rainbow table attack seperti halnya bruteforce, tapi dalam kasus ini mengutamakan kecepatan yang berarti harus didukung oleh memory yang memadai.


Dictionary Attack


Serangan ini membutuhkan wordlist yang berisikan password-password umum. Jika pada artikel-artikel sebelumnya saya pernah (atau tidak ya? lupa :D) menyarankan agar anda tidak menggunakan password dengan kata-kata umum, inilah alasanya. Metode ini mencocokan setiap kata yang ada pada wordlist sampai ditemukan kombinasi yang cocok.

Sejarah Kriptografi

Image of Sejarah Kriptografi
Sejarah Kriptografi
Kriptografi memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Jika ada dokumentasi non-teknis yang paling lengkap dalam membahas masalah ini, itu adalah Kahn's The Codebreakers. Buku ini menelusuri jejak kriptografi dari awal, dan digunakan oleh orang mesir sekitar 4000 tahun yang lalu, sampai abad ke 20 dimana buku tersebut turut serta berperan dalam perang dunia ke dua. Selesai di tahun 1963, buku Kahn telah mencakup aspek-aspek sejarah yang paling signifikan (hingga waktu itu) dalam pembangunan subjek.

Awalnya, kriptografi identik dengan dunia militer, diplomasi dan pemerintahan pada umumnya. Kriptografi digunakan sebagai alat untuk melindungi rahasia dan strategi nasional. Namun, perkembangan komputer dan sistem komunikasi pada tahun 1960 memunculkan permintaan dari sektor swasta untuk menjadikan kriptografi sebagai sarana untuk melindungi informasi dalam bentuk digital dan untuk menyediakan jasa keamanan.

Dimulai dari pekerjaan Feistel di IBM pada awal tahun 1970 sampai puncaknya pada tahun 1977 yang diadopsi oleh U.S. Federal Information Processing Standard untuk mengenkripsi informasi yang tidak terklasifikasi, DES (Data Encryption Standard), adalah mekanisme yang paling terkenal dalam sejarah kriptografi. Ini merupakan media standar untuk mengamankan transaksi elektronik pada banyak lembaga keuangan di seluruh dunia.

Perkembangan yang paling mencolok dalam sejarah kriptografi  muncul di tahun 1976 ketika Diffie dan Hellman menerbitkan New Direction in Cryptography. Makalah ini memperkenalkan konsep kunci publik (public-key) yang revolusioner dan juga memberikan metode pertukaran kunci yang cerdas, keamanan berbasis intracbility pada masalah algoritma diskrit. Walaupun penulis tidak memiliki realisasi secara langsung dari skema enkripsi menggunakan public-key pada saat itu, namun ide tersebut sangat jelas dan mampu menarik minat komunitas kriptografi secara luas.

Pada tahun 1978 Rivest, Shamir, dan Adleman menemukan enkripsi public-key dan signature scheme pertama, yang sekarang dikenal sebagai RSA. Skema RSA ini didasarkan masalah sulit pada matematika, intractability pada faktorisasi bilangan bulat. Aplikasi masalah matematika ke kriptografi dilakukan untuk menemukan metode yang lebih efisien untuk faktorisasi.

Tahun 1980-an, kemajuan yang pesat terjadi dalam bidang ini, tetapi sistem pada RSA dirasa tidak memberikan keamanan. Jenis lain yang lebih powerful dan diterapkan pada public-key ditemukan oleh ElGamal pada tahun 1985. Ini juga didasari oleh masalah algoritma diskrit.

Salah satu kontribusi yang paling signifikan yang dihasilkan oleh kriptografi public-key adalah tanda tangan digital (digital signature). Pada tahun 1991 standar internasional pertama untuk digital signature (ISO/ICE 9796) digunakan. Hal ini didasari oleh skema RSA public-key.

Pada tahun 1994 pemerintah Amerika Serikat mengadopsi Digital Signature Standard, sebuah mekanisme berdasarkan skema public-key ElGamal.

Pencarian baru untuk skema public-key, perbaikan mekanisme kriptografi yang ada, dan pembuktian keamanan berlanjut pada kecepatan. Berbagai standar dan infrastruktur kriptografi yang lama mulai ditinggalkan. Sementara sampai saat ini produk keamanan selalu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan informasi masyarakat secara intensif.

Memahami Tujuan Security Dan Kemungkinan Serangan Yang Dapat Terjadi

Pada dasarnya tujuan security adalah confidentiality, integrity, dan availability.

Confidentiality

Confidentiality adalah aspek utama pada aspek keamanan informasi. Kita perlu melindungi informasi yang kita miliki dari tindakan-tindakan yang dapat membahayakan kerahasiaannya.

Di dalam militer, informasi adalah hal yang sangat sensitif. Pada industri, menyembunyikan informasi dari para pesaing juga merupakan hal yang sangat krusial. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia perbankan, data pelanggan harus tetap dijaga kerahasiaannya.

Integrity

Informasi perlu diubah secara teratur. Misal saja di bank, ketika pelanggan menyimpan atau mengambil uang, saldo di dalam account-nya juga harus berubah. Integrity yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang berhak melakukannya (authorized entities) dan juga oleh mekanisme yang sah (authorized mechanisms).

Availability

Kompomen ketiga dari keamanan informasi adalah Availability, Informasi diciptakan dan disimpan dalam tempat yang memungkinkan bagi pengguna yang sah (authorized entities) untuk mengaksesnya. Informasi menjadi tidak berguna jika tidak informasi itu sendiri tidak tersedia.

Bayangkan apa yang akan terjadi pada bank jika pelanggan tidak dapat mengakses account mereka untuk melakukan transaksi.

Ketiga tujuan security diatas--confidentiality, integrity, dan availability--rentan oleh serangan (security attacks). Berikut ini serangan-serangan yang dapat terjadi berdasarkan tujuan security.

-------------------- | Security Attacks | -------------------- | |-----------------------------|-----------------------------| | | | -------------------- -------------------- --------------------- | Snooping | | Modification | | Denial of Service | -------------------- -------------------- --------------------- | | | -------------------- -------------------- Serangan Terhadap | Traffic Analysis | | Masquerading | Availability -------------------- -------------------- | | Serangan Terhadap -------------------- Confidentiality | Replaying | -------------------- | -------------------- | Repudiation | -------------------- | Serangan Terhadap Integrity

Kriptografi Asimetris

Kriptografi Asimetris
Pada posting sebelumnya sudah saya jelaskan dengan (sangat) singkat apa itu kriptografi simetris, kelebihan, serta kekurangannya.

Sedikit mengulang kembali, pada kriptografi simetris hanya menggunakan 1 buah kunci pada saat enkripsi maupun dekripsi. Hal itu tentu saja menimbulkan masalah pada saat melakukan pertukaran kunci seperti pada kasus Alice yang ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob. Bagaimana cara mereka menegosiasikan kunci yang akan digunakan? apakah melalui sms, email atau telepon? bukankah itu semua bisa disadap?

Apa itu Kriptografi Asimetris?

Kriptografi Asimentris atau disebut juga Public Key Criptography (PKC), adalah kriptografi yang menggunakan 2 buah kunci (private & publik) yang masing-masing kunci tersebut hanya digunakan untuk enkripsi saja atau dekripsi saja.

Kunci public adalah kunci yang publikasikan/diberikan kepada orang lain, sedangkan kunci private harus dirahasiakan.

Apabila pesan di-enkripsi menggunakan kunci publik, maka dekripsi-nya menggunakan kunci private. Artinya, pesan hanya bisa dibuka oleh pemilik kunci private. Hal ini biasanya digunakan untuk tujuan confidentalily (kerahasiaan).

Sebaliknya, apabila pesan dienkripsi menggunakan kunci private, maka dekripsi-nya menggunakan kunci publik. Disini sudah jelas, berarti semua orang bisa membukanya. Ini biasa digunakan untuk melakukan authentication.

Alice dan Bob

Jika sebelumnya Alice dan Bob kesulitan dalam melakukan pertukaran kunci karena mereka menggunakan kriptigrafi simetris, coba lihat apabila mereka menggunakan kriptografi asimetris.

Saat Alice ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob, mereka masing-masing harus sudah mempunyai kunci publik & private. Bila Alice ingin mengirim pesan kepada Bob, maka Alice mengenkripsi pesanya dengan kunci publik milik Bob (ingat, kunci publik boleh dimiliki oleh siapa saja), kemudian Bob mendekripsi pesan dari Alice menggunakan kunci private miliknya.

Terkesan lebih aman bukan? tapi tunggu, masih ada hal buruk yang dapat terjadi pada kriptografi asimetris.

Rawan Serangan MITM

Disini saya tidak akan menjelaskan tentang MITM, karena itu sudah pernah saya tulis pada posting sebelumnya.

Kronologi

Sebelum Alice mengirim pesan rahasia kepada Bob, Alice meminta kunci publik milik Bob. Kemudian Bob mengirim kunci publik-nya kepada Alice.

Sebelum kunci publik itu sampai di Alice, tanpa sepengetahuan Alice dan Bob, kunci publik milik Bob DICATAT oleh Charlie dan DIGANTI dengan kunci publik milik Charlie sendiri, lalu dikirimkan lagi (diteruskan) ke Alice.

Alice tertipu, mengira bahwa kunci publik yang diterimanya adalah kunci publik milik Bob, padahal itu milik Charlie.

Setelah selesai menuliskan pesan rahasianya, kemudian Alice meng-enkripsi pesannya menggunakan kunci pulic milik Charlie (bukan milik Bob) dan mengirimkannya ke Bob.

Sebelum sampai di Bob, pesan dari Alice di-dekripsi oleh Charlie menggunakan kunci private miliknya (karena pesan tersebut dienkripsi menggunakan kunci publik milik Charlie).

Agar Bob tidak curiga, pesan yang sudah di-dekripsi itu di-enkripsi kembali menggunakan kunci publik milik Bob yang sebelumnya sudah dicatat oleh Charlie, kemudian dikirimkan lagi ke Bob.

Bob men-dekripsi pesan itu dengan kunci private miliknya, dan pesan itu dibaca oleh Bob seperti tidak terjadi apa-apa.

Pada kasus diatas, MITM terjadi karena Alice tidak bisa memastikan apakah pesan berisi kunci publik yang diterimanya adalah benar milik Bob. Untuk bisa memastikan pesan itu berisi kunci publik milik Bob, maka pesan itu harus di-enkripsi menggunakan kunci private milik Bob dan di-dekripsi oleh Alice menggunakan kunci publik milik Bob, padahal Alice belum mengetahui kunci publik milik Bob.

Bagaimana solusinya? 

Agar serangan MITM tidak terjadi dibutuhkan mekanisme untuk mendapatkan kunci publik dengan benar.

Untuk memecahkan masalah diatas, dibutuhkan bantuan pihak ke-3 sebagai pihak penjamin yang kunci publik-nya telah diketahui sebelumnya.

Mari kita ilustrasikan pengembangan dari kasus MITM sebelumnya yang dilakukan oleh Charlie. Anggap saja pihak penjamin itu adalah Dedy, dengan kunci publik yang telah dikenal sebelumnya oleh Alice.

Ketika Alice ingin mengetahui kunci publik Bob, maka Bob sebelumnya harus meminta Dedy untuk membuat surat jaminan yang berisi kunci publik Bob dan pernyataan bahwa Bob adalah orang baik dan rajin menabung. :D

Kemudian surat itu di-enkripsi dengan kunci private milik Dedy untuk memastikan bahwa surat itu benar dibuat oleh Dedy.

Bila Alice bertanya pada Bob, “Hey Bob tolong kirim kunci publik mu, aku ada pesan rahasia untukmu”. Maka Bob akan mengirimkan surat jaminan dari Dedy pada Alice.

Ketika surat jaminan yang dikirim Bob tiba di Alice. Alice bisa menguji identitas pembuat surat itu dengan cara men-dekripsi dengan kunci publik milik Dedy yang sudah dikenalnya.

Bila berhasil di-dekripsi, maka surat jaminan itu benar dibuat oleh Dedy. Di dalam surat jaminan itu tertera juga kunci publik milik Bob. Kini Alice siap mengirim pesan rahasia pada Bob.

Bagaimana dengan Charlie? Bila Charlie nekat mengganti surat jaminan Dedy dengan surat jaminan yang dibuatnya sendiri lalu mengirimnya ke Alice. Maka Alice dengan mudah mengetahui bahwa surat ini palsu, karena tidak bisa di-dekripsi dengan kunci publik Dedy, artinya surat jaminan ini bukan dibuat oleh Dedy.

Kesimpulan
  • Kriptografi asimetris dilakukan menggunakan 2 buah kunci; kunci publik dan kunci private.
  • Kunci publik adalah kunci yang publikasikan/diberikan kepada orang lain.
  • Kunci private harus dirahasiakan.

Kelebihan Kriptografi Asimetris:

Kelemahan Kriptografi Asimetris:
  • Proses lama
  • Rawan serangan MITM

Kriptografi Simetris

Kriptografi Simetris
"Tidak sistem yang 100% aman". Kutipan itulah sering kali saya jumpai di berbagai situs, forum, dan bahkan teman dan dosen saya sering mengucapkan kalimat tersebut. Walaupun sebuah sistem telah dilindungi menggunakan hardware tercanggih, software terpintar, firewall, antivirus, IDS/IPS, dan lain sebagainya--tapi jika manusia yang mengoperasikanya lalai, maka semua piranti itu tidak akan berarti.

Kriptografi merupakan ilmu dan seni untuk menjaga keamanan sebuah pesan dengan cara mengubah plaintext ke dalam chipertext.


      --------[Enkripsi]--------
      |                        |
      |                        |
-------------              --------------              -------------
| Plaintext | ---[key]---> | Chipertext | ---[key]---> | Plaintext |
-------------              --------------              -------------
                                    |                        |
                                    |                        |
                                    --------[Dekripsi]-------- 
 
 
Apa itu Kriptografi Simetris?

Kriptografi simetris adalah kriptografi yang hanya menggunakan 1 kunci (key) pada saat enkripsi maupun dekripsi.

Contoh: Saat Alice ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob, pesan tersebut di-ekripsi oleh Alice menggunakan kunci "GMT" menjadi sebuah chipertext dan kemudian dikirimkan ke Bob. Agar pesan dalam chipertext itu dapat dibaca, Bob harus men-dekripsi chipertext tersebut menggunakan kunci yang sama yang digunakan oleh Alice ketika meng-enkripsi pesan tersebut, yaitu kunci "GMT".

Pada kasus diatas berarti sebelum Alice dan Bob dapat bertukar pesan rahasia, SEBELUMNYA mereka HARUS SUDAH menyepakati sebuah kunci yang akan digunakan. Lalu bagaimana cara mereka menegosiasikannya? apakah melalui sms, email atau telepon? bukankah itu semua bisa disadap?

Sekian posting kali ini, pada posting selanjutnya saya akan sedikit bercerita tentang kriptografi asimetris yang notabene dianggap lebih baik dari pada kriptografi simetris.

Kesimpulan:
  • Kriptografi simetris dilakukan menggunakan 1 kunci.
Kelebihan kriptografi simetris:
  • Proses cepat.
Kekurangan kriptografi simetris:
  • Sulit dalam pertukaran kunci.

Pengantar Keamanan Komputer

Mengapa Fokus Pada Keamanan?

Saat ini sudah menjadi hal yang biasa ketika seseorang terhubung dalam social network, email, online shopping dan mengakses informasi sensitif lainya menggunakan internet. Informasi sensitif tersebut pada umumnya berisi:
  • Informasi pengetahuan
  • Informasi kartu kredit dan  perbankan
  • Informasi pribadi yang bersifat rahasia
  • Informasi rahasia perusahaan
Jika informasi tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, ada kemungkinan dia akan menyalahgunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi. Pada saat orang tersebut menyalahgunakan informasi sensitif yang didapatnya, kemungkinan besar dia akan menggunakan identitas yang berbeda (indentitas palsu) baik pada sistem online maupun offline. Sistem ini dapat mencakup:
  • Online banking
  • Layanan email
  • Social network
  • Online shopping
  • Sistem operasi
  • Program aplikasi
Sistem dan Keamanannya

Memahami Firewall II

Pada posting sebelumnya yang berjudul Memahami Firewall I saya telah menuliskan apa itu firewall dan beberapa jenis firewall. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang cara kerja firewall.

Bagaimana Firewall Bekerja?

Firewall bekerja dengan cara menutup traffic yang datang ( incoming network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut.

Semua network traffic memiliki sumber/source, tujuan/destination, dan protokol/protocol. Protokol disini biasanya berupa TCP, UDP, atau ICMP.

Jika protokol ini adalah TCP atau UDP, maka terdapat source port dan destination port. Kebanyakan source port dan destination port yang digunakan adalah nomer port yang terkenal. Sebagai contoh, source port untuk HTTP adalah 80 dan destination port untuk DNS adalah 53.

Lain halnya dengan protokol ICMP dimana terdapat jenis pesan ICMP. Jenis yang paling umum yang ada pada ICMP adalah Echo Request dan Echo Reply.

Memahami Firewall I

Apa itu Firewall?

Firewall adalah sistem yang dibentuk untuk mengontrol arus lalu lintas data antara 2 jaringan. Sebelumnya, firewall paling sering dikonfigurasi secara khusus pada sistem UNIX, tetapi sekarang firewall juga telah dibangun pada sistem-sistem lain, termasuk sistem yang dirancang khusus untuk digunakan sebagai firewall.

Packet Filtering

Salah satu jenis firewall adalah packet filtering. Dalam packet filtering, firewall bekerja dengan cara memeriksa karakteristik pada suatu paket yang melaluinya:
  • Port sumber
  • IP address tujuan
  • Port tujuan
  • IP protocol (TCP/UDP)

[Step By Step] Membuat Fake Login

Hi, apa kabar? Akhirnya, setelah vakum selama kurang lebih 3 minggu saya bisa nulis lagi disini. Kemarin-kemarin saya (sok) sibuk fokus ke UTS, mudah-mudahan hasilnya memuaskan. Amin :)

Jika anda pembaca setia blog ini tentunya anda sudah tahu tentang phishing yang saya tulis pada Hacking Facebook Account dan Hacking Facebook Account II yang didalamya terdapat beberapa contoh fake login untuk mencuri data yang diinputkan user. Nah, disini saya masih akan membahas tentang phishing menggunakan fake login, tapi tidak seperti sebelumnya: saya menyediakan fake login siap pakai, kali ini saya akan menunjukan bagaimana cara membuat fake login.

Membuat fake login tidak sesulit kelihatanya, bahkan sangat mudah. Tapi, menurut saya seni dalam fake login adalah bagaimana cara attacker membuat korban masuk dan tenggelam dalam perangkap yang sudah disediakan tanpa pernah curiga.

Baiklah, yang perlu anda siapkan adalah:
  • Halaman fake login
  • Script PHP
  • File *.txt kosong

Memahami Digital Signature/Tanda Tangan Digital

Masalah Authentication dan Integrity

Suatu saat, seorang teman menunjukan kepada anda sebuah file, kemudian dia mengklaim bahwa itu dibuat oleh Si X pada bulan lalu. Apa reaksi anda? Tentunya ada beragam pertanyaan yang akan muncul:
  • Apa benar file itu dibuat 1 bulan yang lalu?
  • Apa benar file itu dibuat oleh Si X?
  • Apa benar isi file yang dilihat sekarang adalah yang ditulis Si X bulan lalu? Mungkin saja isinya sudah diubah sehingga berbeda dengan yang ditulis Si X bulan lalu.
Pertanyaan-pertanyaan itu lah yang menjadi vulnerability yang bisa saja di-exploit oleh seseorang. Dengan kata lain, vulnerability yang dimaksud adalah:
  • Authentication: Siapa sebenarnya pembuat dokumen
  • Integrity: Apakah dokumen itu masih asli (sama seperti pertama kali dibuat) atau sudah diubah.

Memahami Man in The Middle (MITM)

Man in the middle (mitm attack) merupakan salah satu jenis serangan yang berbahaya karena serangan ini dapat terjadi pada berbagai media informasi seperti website, handphone, dan bahkan surat. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang mitm attack terlepas dari apapun dan dimanapun implementasinya.

Lebih Dari Sniffing

Mungkin banyak yang mengira bahwa tujuan dari dari mitm attack adalah  untuk menyadap komunikasi data rahasia, seperti sniffing. Pada dasarnya sniffing bisa disebut sebagai passive attack, karena saat sniffing attacker tidak melakukan apa-apa melainkan memantau lalu-lintas data yang lewat.

Lebih dari sniffing, pada mitm attacker dapat memantau, mencegat, bahkan mengubah data/informasi dalam komunikasi itu sehingga mitm attack dapat dikatakan sebagai active attack.

Berikut ini adalah gambaran skenario yang dapat dilakukan attacker saat melakukan mitm.

Memahami Social Engineering IV

Berbeda dengan teknik hacking pada umumnya yang membutuhkan pengetahuan tentang bahasa-bahasa pemrograman tertentu, social engineering merupakan teknik hacking yang menggunakan interaksi langsung dengan manusia, memanfaatkan kelemahanya untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya informasi penting tanpa dia, si calon korban sadari. Karenanya teknik dalam melakukan social engineering sangatlah variatif. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:


  • ketika seseorang memasukkan password di ATM atau di PC, yang bersangkutan “mengintip” dari belakang bahu sang korban, sehingga karakter passwordnya dapat terlihat,
  • mengaduk-ngaduk tong sampah tempat pembuangan kertas atau dokumen kerja perusahaan untuk mendapatkan sejumlah informasi penting atau rahasia lainnya,
  • menyamar menjadi “office boy” untuk dapat masuk bekerja ke dalam kantor manajemen atau pimpinan puncak perusahaan guna mencari informasi rahasia,
  • ikut masuk ke dalam ruangan melalui pintu keamanan dengan cara “menguntit” individu atau mereka yang memiliki akses legal,

Memahami Social Engineering III

Beberapa hari yang lalu saya telah menuliskan tentang memahami social engineering II yang di dalamnya tedapat beberapa contoh social engineering melalui interaksi sosial sebagai salah satu jenis social engineering. Sementara itu untuk jenis kedua, yaitu menggunakan komputer atau piranti elektronik/digital lain sebagai alat bantu, cukup banyak modus operandi yang sering dipergunakan seperti:

Skenario 1 : Teknik Phishing – melalui Email

Strategi ini adalah yang paling banyak dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia. Biasanya si penjahat menyamar sebagai pegawai atau karyawan sah yang merepresentasikan bank. Email yang dimaksud berbunyi misalnya sebagai berikut:

“Pelanggan Yth. Sehubungan sedang dilakukannya upgrade sistem teknologi informasi di bank ini, maka agar anda tetap mendapatkan pelayanan perbankan yang prima, mohon disampaikan kepada kami nomor rekening, username, dan password anda untuk kami perbaharui. Agar aman, lakukanlah dengan cara me-reply electronic mail ini. Terima kasih atas perhatian dan koordinasi anda sebagai pelanggan setia kami.

Memahami Social Engineering II

Seperti janji saya pada posting sebelumya, kali ini saya akan memberikan beberapa contoh tenik social engineering yang kerap digunakan oleh seseorang tanpa kita sadari bisa terjebak di dalamnya.

Sebelumya sudah saya tuliskan, bahwa jenis social engineering dibagi menjadi dua, yaitu melalui interaksi sosial dan melalui interaksi komputer.

Skenario 1 : Kedok sebagai User Penting

Seorang penipu menelpon help desk bagian divisi teknologi informasi dan mengatakan hal sebagai berikut “Halo, di sini pak Abraham, Direktur Keuangan. Saya mau log in tapi lupa password saya. Boleh tolong beritahu sekarang agar saya dapat segera bekerja?”.

Karena takut – dan merasa sedikit tersanjung karena untuk pertama kalinya dapat berbicara dan mendengar suara Direktur Keuangan perusahaannya – yang bersangkutan langsung memberikan password yang dimaksud tanpa rasa curiga sedikitpun.

Si penipu bisa tahu nama Direktur Keuangannya adalah Abraham karena melihat dari situs perusahaan.

Memahami Social Engineering

Sebuah kutipan dari dunia jaringan mengatakan “the strength of a chain depends on the weakest link” atau dalam bahasa Indonesia berarti "kekuatan sebuah rantai tergantung pada sambungan terlemah".

Pertanyaannya, apa/siapa the weakest link/sambungan terlemah itu dalam sistem jaringan komputer?

Jawabanya adalah manusia. Ya, manusia adalah komponen terlemah dalam suatu sistem jaringan komputer.

Walaupun sebuah sistem telah dilindungi menggunakan hardware tercanggih, software terpintar, firewall, antivirus, IDS/IPS, dan lain sebagainya - tapi jika manusia yang mengoperasikanya lalai, maka semua piranti itu tidak akan berarti. Para  pelaku cybercrime paham betul dengan hal ini, sehingga mereka mulai menggunakan teknik tertentu yang dinamakan social engineering atau yang lebih akrab disebut "soceng" yang bertujuan untuk mendapatkan informasi penting yang secara rahasia diketahui oleh manusia.

Memahami Captcha


Tentunya anda pernah, saat akan mengirim komentar/download/sign up/sign in pada suatu situs disitu terdapat kode verifikasi/captcha yang harus diisikan kedalam sebuah kolom. Menyebalkan bukan? apalagi jika kode tersebut sangat membingungkan. Memang, untuk user - captcha hanya hal sepele yang menyebalkan, tapi bagi si pemlik situs - captcha sangatlah penting, tujuanya untuk membedakan apakah user tersebut benar-benar manusia atau komputer (bot) yang hanya bermaksud melakukan hal yang merugikan bagi situs tersebut, misalnya spammer.

Banyak orang menganggap jika situsnya dijaga oleh captcha, maka spammer tidak akan bisa menembusnya. Ini salah besar, captcha memang meyulitkan, tapi bila captcha tidak dibuat dengan benar dan asal-asalan, maka spammer bisa dengan mudah menembusnya.

Bahaya Menggunakan Proxy

Tadi siang waktu nunggu jeda kuliah, saya bingung mau kemana, mau ngapain. Akhirnya bersama Ryan, saya main ke kost teman saya Si Rizal yang tempatnya persis dibelakang kampus. Sampai disana tiba-tiba Si empunya kos, Rizal, bertanya ke Ryan tentang bagaimana menggunakan proxy, kemudian Ryan menyarankanya ke sebuah situs proxy yang saya lupa namanya.

Mendengar percakapan itu saya langsung teringat dengan sebuah artikel yang pernah saya baca. Disitu di jelaskan tentang bahaya yang kita tanggung saat menggunakan proxi.

Memang benar, dengan menggunakan proxy anda dapat mengakses situs yang diblokir dan juga menjamin anonimitas. Namun hal tersebut harus anda bayar dengan mempertaruhkan keamanan informasi/data yang anda akses (resiko).

Berikut ini saya tunjukan potongan header yang terjadi saat saya mencoba login ke account Gmail saya menggunakan salah satu web proxy asal inggris.

Memahami Session ID

Ini adalah lanjutan dari artikel saya sebelumya yang membahas tentang apa itu cookie dan bagaimana cara kerjanya. Apabila anda belum mengetahui apa itu cookie, saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu karena session dan cookie merupakan dua hal yang saling berhubungan.

Seperti yang kita tahu, cookie memberikan informasi user kepada server untuk kemudian disahkan oleh server. Ingat ilustrasi mahasiswa yang mengajukan beasiswa, anggap saja session id adalah stempel/tanda tangan yang diberikan khusus kepada user oleh server.

Ketika user pertama kali masuk ke sebuah situs, server akan memberikan sebuah kode unik berupa session id. Ketika server menerima request dari user yang membawa session id, server akan memeriksa apakah session id itu valid. Jika session id valid, maka server yakin bahwa request ini datang dari “returning visitor” bukan orang asing.

Memahami Authentication dan Authorization

Sebelum anda melangkah lebih jauh kedalam dunia security, ada baiknya terlebih dulu anda memahami apa itu authentication dan authorization karena semua proses security berpusat pada kedua hal itu.

Banyak orang yang masih bingung, mengira bahwa authentication sama dengan authorization, padahal keduanya sangat berbeda.

Mengutip pernyataan Mas Rizki Wicaksono dari salah satu websitenya yang menyebutkan bahwa "salah satu tujuan dari security adalah menjamin agar resource hanya boleh diakses oleh orang yang berhak dan orang yang berhak itu bisa mengakses resource tanpa halangan". Karenanya penyedia layanan membutuhkan kedua hal di atas supaya dapat memberikan layanannya kepada pengguna yang sah dengan tepat.