PENTING!!!


Rukun Iman terdiri dari enam perkara: (1) Iman kepada Allah. (2) Iman kepada malaikat-malaikat Allah. (3) Iman kepada kitab-kitab Allah. (4) Iman kepada rasul-rasul Allah. (5) Iman kepada hari kiamat. (6) Iman kepada Qada dan Qadar.

Rukun Islam terdiri dari lima perkara: (1) Mengucap dua kalimat syahadat. (2) Menunaikan shalat lima waktu. (3) Mengeluarkan zakat. (4) Berpuasa pada bulan Ramadan. (5) Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

Memahami Tujuan Security Dan Kemungkinan Serangan Yang Dapat Terjadi

Pada dasarnya tujuan security adalah confidentiality, integrity, dan availability.

Confidentiality

Confidentiality adalah aspek utama pada aspek keamanan informasi. Kita perlu melindungi informasi yang kita miliki dari tindakan-tindakan yang dapat membahayakan kerahasiaannya.

Di dalam militer, informasi adalah hal yang sangat sensitif. Pada industri, menyembunyikan informasi dari para pesaing juga merupakan hal yang sangat krusial. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia perbankan, data pelanggan harus tetap dijaga kerahasiaannya.

Integrity

Informasi perlu diubah secara teratur. Misal saja di bank, ketika pelanggan menyimpan atau mengambil uang, saldo di dalam account-nya juga harus berubah. Integrity yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang berhak melakukannya (authorized entities) dan juga oleh mekanisme yang sah (authorized mechanisms).

Availability

Kompomen ketiga dari keamanan informasi adalah Availability, Informasi diciptakan dan disimpan dalam tempat yang memungkinkan bagi pengguna yang sah (authorized entities) untuk mengaksesnya. Informasi menjadi tidak berguna jika tidak informasi itu sendiri tidak tersedia.

Bayangkan apa yang akan terjadi pada bank jika pelanggan tidak dapat mengakses account mereka untuk melakukan transaksi.

Ketiga tujuan security diatas--confidentiality, integrity, dan availability--rentan oleh serangan (security attacks). Berikut ini serangan-serangan yang dapat terjadi berdasarkan tujuan security.

-------------------- | Security Attacks | -------------------- | |-----------------------------|-----------------------------| | | | -------------------- -------------------- --------------------- | Snooping | | Modification | | Denial of Service | -------------------- -------------------- --------------------- | | | -------------------- -------------------- Serangan Terhadap | Traffic Analysis | | Masquerading | Availability -------------------- -------------------- | | Serangan Terhadap -------------------- Confidentiality | Replaying | -------------------- | -------------------- | Repudiation | -------------------- | Serangan Terhadap Integrity

Kriptografi Asimetris

Kriptografi Asimetris
Pada posting sebelumnya sudah saya jelaskan dengan (sangat) singkat apa itu kriptografi simetris, kelebihan, serta kekurangannya.

Sedikit mengulang kembali, pada kriptografi simetris hanya menggunakan 1 buah kunci pada saat enkripsi maupun dekripsi. Hal itu tentu saja menimbulkan masalah pada saat melakukan pertukaran kunci seperti pada kasus Alice yang ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob. Bagaimana cara mereka menegosiasikan kunci yang akan digunakan? apakah melalui sms, email atau telepon? bukankah itu semua bisa disadap?

Apa itu Kriptografi Asimetris?

Kriptografi Asimentris atau disebut juga Public Key Criptography (PKC), adalah kriptografi yang menggunakan 2 buah kunci (private & publik) yang masing-masing kunci tersebut hanya digunakan untuk enkripsi saja atau dekripsi saja.

Kunci public adalah kunci yang publikasikan/diberikan kepada orang lain, sedangkan kunci private harus dirahasiakan.

Apabila pesan di-enkripsi menggunakan kunci publik, maka dekripsi-nya menggunakan kunci private. Artinya, pesan hanya bisa dibuka oleh pemilik kunci private. Hal ini biasanya digunakan untuk tujuan confidentalily (kerahasiaan).

Sebaliknya, apabila pesan dienkripsi menggunakan kunci private, maka dekripsi-nya menggunakan kunci publik. Disini sudah jelas, berarti semua orang bisa membukanya. Ini biasa digunakan untuk melakukan authentication.

Alice dan Bob

Jika sebelumnya Alice dan Bob kesulitan dalam melakukan pertukaran kunci karena mereka menggunakan kriptigrafi simetris, coba lihat apabila mereka menggunakan kriptografi asimetris.

Saat Alice ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob, mereka masing-masing harus sudah mempunyai kunci publik & private. Bila Alice ingin mengirim pesan kepada Bob, maka Alice mengenkripsi pesanya dengan kunci publik milik Bob (ingat, kunci publik boleh dimiliki oleh siapa saja), kemudian Bob mendekripsi pesan dari Alice menggunakan kunci private miliknya.

Terkesan lebih aman bukan? tapi tunggu, masih ada hal buruk yang dapat terjadi pada kriptografi asimetris.

Rawan Serangan MITM

Disini saya tidak akan menjelaskan tentang MITM, karena itu sudah pernah saya tulis pada posting sebelumnya.

Kronologi

Sebelum Alice mengirim pesan rahasia kepada Bob, Alice meminta kunci publik milik Bob. Kemudian Bob mengirim kunci publik-nya kepada Alice.

Sebelum kunci publik itu sampai di Alice, tanpa sepengetahuan Alice dan Bob, kunci publik milik Bob DICATAT oleh Charlie dan DIGANTI dengan kunci publik milik Charlie sendiri, lalu dikirimkan lagi (diteruskan) ke Alice.

Alice tertipu, mengira bahwa kunci publik yang diterimanya adalah kunci publik milik Bob, padahal itu milik Charlie.

Setelah selesai menuliskan pesan rahasianya, kemudian Alice meng-enkripsi pesannya menggunakan kunci pulic milik Charlie (bukan milik Bob) dan mengirimkannya ke Bob.

Sebelum sampai di Bob, pesan dari Alice di-dekripsi oleh Charlie menggunakan kunci private miliknya (karena pesan tersebut dienkripsi menggunakan kunci publik milik Charlie).

Agar Bob tidak curiga, pesan yang sudah di-dekripsi itu di-enkripsi kembali menggunakan kunci publik milik Bob yang sebelumnya sudah dicatat oleh Charlie, kemudian dikirimkan lagi ke Bob.

Bob men-dekripsi pesan itu dengan kunci private miliknya, dan pesan itu dibaca oleh Bob seperti tidak terjadi apa-apa.

Pada kasus diatas, MITM terjadi karena Alice tidak bisa memastikan apakah pesan berisi kunci publik yang diterimanya adalah benar milik Bob. Untuk bisa memastikan pesan itu berisi kunci publik milik Bob, maka pesan itu harus di-enkripsi menggunakan kunci private milik Bob dan di-dekripsi oleh Alice menggunakan kunci publik milik Bob, padahal Alice belum mengetahui kunci publik milik Bob.

Bagaimana solusinya? 

Agar serangan MITM tidak terjadi dibutuhkan mekanisme untuk mendapatkan kunci publik dengan benar.

Untuk memecahkan masalah diatas, dibutuhkan bantuan pihak ke-3 sebagai pihak penjamin yang kunci publik-nya telah diketahui sebelumnya.

Mari kita ilustrasikan pengembangan dari kasus MITM sebelumnya yang dilakukan oleh Charlie. Anggap saja pihak penjamin itu adalah Dedy, dengan kunci publik yang telah dikenal sebelumnya oleh Alice.

Ketika Alice ingin mengetahui kunci publik Bob, maka Bob sebelumnya harus meminta Dedy untuk membuat surat jaminan yang berisi kunci publik Bob dan pernyataan bahwa Bob adalah orang baik dan rajin menabung. :D

Kemudian surat itu di-enkripsi dengan kunci private milik Dedy untuk memastikan bahwa surat itu benar dibuat oleh Dedy.

Bila Alice bertanya pada Bob, “Hey Bob tolong kirim kunci publik mu, aku ada pesan rahasia untukmu”. Maka Bob akan mengirimkan surat jaminan dari Dedy pada Alice.

Ketika surat jaminan yang dikirim Bob tiba di Alice. Alice bisa menguji identitas pembuat surat itu dengan cara men-dekripsi dengan kunci publik milik Dedy yang sudah dikenalnya.

Bila berhasil di-dekripsi, maka surat jaminan itu benar dibuat oleh Dedy. Di dalam surat jaminan itu tertera juga kunci publik milik Bob. Kini Alice siap mengirim pesan rahasia pada Bob.

Bagaimana dengan Charlie? Bila Charlie nekat mengganti surat jaminan Dedy dengan surat jaminan yang dibuatnya sendiri lalu mengirimnya ke Alice. Maka Alice dengan mudah mengetahui bahwa surat ini palsu, karena tidak bisa di-dekripsi dengan kunci publik Dedy, artinya surat jaminan ini bukan dibuat oleh Dedy.

Kesimpulan
  • Kriptografi asimetris dilakukan menggunakan 2 buah kunci; kunci publik dan kunci private.
  • Kunci publik adalah kunci yang publikasikan/diberikan kepada orang lain.
  • Kunci private harus dirahasiakan.

Kelebihan Kriptografi Asimetris:

Kelemahan Kriptografi Asimetris:
  • Proses lama
  • Rawan serangan MITM

Kriptografi Simetris

Kriptografi Simetris
"Tidak sistem yang 100% aman". Kutipan itulah sering kali saya jumpai di berbagai situs, forum, dan bahkan teman dan dosen saya sering mengucapkan kalimat tersebut. Walaupun sebuah sistem telah dilindungi menggunakan hardware tercanggih, software terpintar, firewall, antivirus, IDS/IPS, dan lain sebagainya--tapi jika manusia yang mengoperasikanya lalai, maka semua piranti itu tidak akan berarti.

Kriptografi merupakan ilmu dan seni untuk menjaga keamanan sebuah pesan dengan cara mengubah plaintext ke dalam chipertext.


      --------[Enkripsi]--------
      |                        |
      |                        |
-------------              --------------              -------------
| Plaintext | ---[key]---> | Chipertext | ---[key]---> | Plaintext |
-------------              --------------              -------------
                                    |                        |
                                    |                        |
                                    --------[Dekripsi]-------- 
 
 
Apa itu Kriptografi Simetris?

Kriptografi simetris adalah kriptografi yang hanya menggunakan 1 kunci (key) pada saat enkripsi maupun dekripsi.

Contoh: Saat Alice ingin mengirim pesan rahasia kepada Bob, pesan tersebut di-ekripsi oleh Alice menggunakan kunci "GMT" menjadi sebuah chipertext dan kemudian dikirimkan ke Bob. Agar pesan dalam chipertext itu dapat dibaca, Bob harus men-dekripsi chipertext tersebut menggunakan kunci yang sama yang digunakan oleh Alice ketika meng-enkripsi pesan tersebut, yaitu kunci "GMT".

Pada kasus diatas berarti sebelum Alice dan Bob dapat bertukar pesan rahasia, SEBELUMNYA mereka HARUS SUDAH menyepakati sebuah kunci yang akan digunakan. Lalu bagaimana cara mereka menegosiasikannya? apakah melalui sms, email atau telepon? bukankah itu semua bisa disadap?

Sekian posting kali ini, pada posting selanjutnya saya akan sedikit bercerita tentang kriptografi asimetris yang notabene dianggap lebih baik dari pada kriptografi simetris.

Kesimpulan:
  • Kriptografi simetris dilakukan menggunakan 1 kunci.
Kelebihan kriptografi simetris:
  • Proses cepat.
Kekurangan kriptografi simetris:
  • Sulit dalam pertukaran kunci.

Pengantar Keamanan Komputer

Mengapa Fokus Pada Keamanan?

Saat ini sudah menjadi hal yang biasa ketika seseorang terhubung dalam social network, email, online shopping dan mengakses informasi sensitif lainya menggunakan internet. Informasi sensitif tersebut pada umumnya berisi:
  • Informasi pengetahuan
  • Informasi kartu kredit dan  perbankan
  • Informasi pribadi yang bersifat rahasia
  • Informasi rahasia perusahaan
Jika informasi tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, ada kemungkinan dia akan menyalahgunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi. Pada saat orang tersebut menyalahgunakan informasi sensitif yang didapatnya, kemungkinan besar dia akan menggunakan identitas yang berbeda (indentitas palsu) baik pada sistem online maupun offline. Sistem ini dapat mencakup:
  • Online banking
  • Layanan email
  • Social network
  • Online shopping
  • Sistem operasi
  • Program aplikasi
Sistem dan Keamanannya

Facebook Masih Melacak Cookie Bahkan Setelah Anda Logout!



Menurut Australian technologist Nik Cubrilovic: "Logging out of Facebook is not enough". Dia menambahkan, bahkan setelah anda logout, Facebook mampu melacak halaman browser anda setiap kali anda mengunjungi sebuah website. Dia menuliskan dalam blog-nya: "With my browser logged out of Facebook, whenever I visit any page with a Facebook like button, or share button, or any other widget, the information, including my account ID, is still being sent to Facebook".

Setelah menjelaskan perilaku cookie tersebut, ia juga mengusulkan cara untuk memperbaiki masalah tracking tersebut: "The only solution to Facebook not knowing who you are is to delete all Facebook cookies".

Source: news.enigmagroup.org

Memahami Firewall II

Pada posting sebelumnya yang berjudul Memahami Firewall I saya telah menuliskan apa itu firewall dan beberapa jenis firewall. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang cara kerja firewall.

Bagaimana Firewall Bekerja?

Firewall bekerja dengan cara menutup traffic yang datang ( incoming network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut.

Semua network traffic memiliki sumber/source, tujuan/destination, dan protokol/protocol. Protokol disini biasanya berupa TCP, UDP, atau ICMP.

Jika protokol ini adalah TCP atau UDP, maka terdapat source port dan destination port. Kebanyakan source port dan destination port yang digunakan adalah nomer port yang terkenal. Sebagai contoh, source port untuk HTTP adalah 80 dan destination port untuk DNS adalah 53.

Lain halnya dengan protokol ICMP dimana terdapat jenis pesan ICMP. Jenis yang paling umum yang ada pada ICMP adalah Echo Request dan Echo Reply.

Memahami Firewall I

Apa itu Firewall?

Firewall adalah sistem yang dibentuk untuk mengontrol arus lalu lintas data antara 2 jaringan. Sebelumnya, firewall paling sering dikonfigurasi secara khusus pada sistem UNIX, tetapi sekarang firewall juga telah dibangun pada sistem-sistem lain, termasuk sistem yang dirancang khusus untuk digunakan sebagai firewall.

Packet Filtering

Salah satu jenis firewall adalah packet filtering. Dalam packet filtering, firewall bekerja dengan cara memeriksa karakteristik pada suatu paket yang melaluinya:
  • Port sumber
  • IP address tujuan
  • Port tujuan
  • IP protocol (TCP/UDP)

Microsoft Meremehkan Cookiejacking Vulnerability pada IE

Microsoft sudah tidak mempertimbangkan kehadiran bug pada Internet Explorer yang memungkinkan terjadinya serangan hijacking, tapi para peneliti keamanannya berpikir lain dengan melihat pengalaman yang sudah-sudah mendukung pendapat mereka.

Minggu lalu pada Hack in the Box security conference di Amsterdam, peneliti keamanan dari Italia, Rosario Valotta men-demo-kan serangan yang memanfaatkan zero-day vulnerability pada semua versi Internet Explorer untuk pencurian session cookies.

Session cookies adalah file teks berukuran kecil yang digunakan oleh website untuk melacak authentication user/pengguna. Dengan memiliki akses terhadap session cookie, attacker dapat mengendalikan (memiliki akses) account korban.

Oleh Valotta, serangan ini diberi nama cookiejacking karena menggabungkan bug pada IE dengan teknik clickjacking.

Pada dasarnya, itu adalah serangan social engineering yang mengelabui korbannya untuk berinteraksi dengan elemen halaman yang dibuat khusus oleh attacker.

SPAW Upload Vulnerability

Dork:

inurl:spaw2/uploads/files/

Exploit:
http://website_target/..../spaw2/uploads/files

Ubah menjadi:
http://website_target/..../spaw2/dialogs/dialog.php?module=spawfm&dialog=spawfm&theme=spaw2〈=es&charset=&scid=cf73b58bb51c52235494da752d98cac9&type=files

Setelah itu akan keluar halaman upload, silahkan eksplorasi sendiri :)

Bug pada IE Memungkinkan Serangan Session Cookie Hijacking

Sebuah zero-day vulnerability mempengaruhi setiap versi Internet Explorer yang memungkinkan attacker mengeksekusi serangan seperti clickjacking dalam rangka untuk mencuri session cookies.
Serangan yang dijjuluki cookiejacking ini, diungkapkan oleh peneliti keamanan independen Rosario Valotta pada Hack in the Box 2011 security conference di Amsterdam.

Serangan tersebut tidak berjalan sendiri namun dikombinasikan dengan beberapa teknik-termasuk sedikit social engineering. Bagaimanapun juga, jika dilakuukan dengan benar-hal tersebut terbukti sangat efektif.

Bug pada IE tersebut-terdapat pada browser loading sebuah konten cookie yang jika file yang berkaitan ditampilkan sebagai src untuk iFrame.

Namun sejak penggunaan path cookie tergantung pada user Windows, attacker perlu menentukan nilainya. Valotta menjelaskan metode web yang berbasis vulnerability ini terhadap browser dapat menampilkan username korban.